Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan

Jumat, Desember 20, 2013

Pesan Mendikbud Untuk Siswa Peserta Ujian Nasional

Jelang Ujian Nasional (UN) 2013, banyak sekolah mempersiapkan siswanya dengan intensif, baik secara akademis maupun mental. Berbagai pendalaman materi hingga doa bersama digelar untuk membuat siswa siap menghadapi UN 2013 ini.
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh mengatakan, untuk bisa lulus UN, siswa perlu belajar keras dan membuat skala prioritas yang jelas. Pasalnya, UN saat ini tidak hanya sekadar masalah kelulusan, tapi juga telah menjadi syarat utama bagi seorang siswa untuk dapat tembus Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) 2013..
"Siswa perlu kerja keras untuk UN, apalagi dikaitkan dengan SNMPTN yang juga menggunakan hasil UN," kata Nuh di Jakarta, Senin (25/3/2013)..
Ia juga berharap agar siswa yang menjadi peserta UN pada tahun ini dapat lulus dengan nilai yang memuaskan meski tidak menutup kemungkinan ada siswa yang tidak lulus. Namun, sesuai pengalaman, biasanya angka kelulusan jauh lebih besar dibandingkan yang tidak lulus..
"Kita doakan mudah-mudahan lulus. Tapi, berdasarkan pengalaman, persentase yang nggak lulus sangat kecil sekitar 0,3-0,5 persen," jelas Nuh..
Untuk itu, ia kembali menekankan agar para siswa dapat belajar keras dan tidak tergiur untuk berbuat curang mengingat kredibilitas UN yang cukup tinggi. Salah satu langkah agar UN dapat berlangsung baik dan siswa tetap fokus mengerjakan, Kemdikbud meluncurkan 20 variasi soal UN pada tahun ini..
"UN ini kredibilitasnya tinggi. Jadi, segala bentuk penyimpangan apa pun harus diatasi dan dihindari," tandasnya.

Sumber: http://edukasi.kompas.com

Minggu, Desember 16, 2012

Kurikulum 2013

Untuk pertama kalinya Kemdikbud memulai uji publik terhadap kurikulum 2013 yang baru saja selesai dilakukan penataan dan penyempurnaan dari kurikulum sebelumnya. Tidak tanggung-tanggung yang melakukan ini pun langsung disampaikan oleh Mendikbud, Mohammad Nuh, Sabtu (24/11) siang.
Hadir di auditorium Universitas Negeri Manado di Tomohon itu sekitar seribu orang lebih peserta yang terdiri atas guru, kepala dinas, kepala sekolah se-Provinsi Sulawesi Utara. “Untuk pertama kalinya kami mengadakan uji publik, dan kami memilih provinsi Sulawesi Utara,” kata Mendikbud.
Inti dari Kurikulum 2013, kata Nuh mengawali penjelasannya, adalah ada pada upaya penyederhanaan, dan tematik-integratif. “Kurikulum 2013 disiapkan untuk mencetak generasi yang siap di dalam menghadapi masa depan. Karena itu kurikulum disusun untuk mengantisipasi perkembangan masa depan,” katanya.
Titik beratnya, kata Mendikbud menjelaskan, bertujuan untuk mendorong peserta didik atau siswa, mampu lebih baik dalam melakukan observasi, bertanya, bernalar, dan mengkomunikasikan (mempresentasikan) apa yang mereka peroleh atau mereka ketahui setelah menerima materi pembelajaran.
“Adapun obyek yang menjadi pembelajaran dalam penataan dan penyempurnaan kurikulum 2013 ini, katanya menambahkan, menekankan pada fenomena alam, sosial, seni, dan budaya,” katanya.
Nuh berharap melalui pendekatan itu diharapkan siswa kita memiliki kompetensi sikap, keterampilan, dan pengetahuan jauh lebih baik. Mereka akan lebih kreatif, inovatif, dan lebih produktif, sehingga nantinya mereka bisa sukses dalam menghadapi berbagai persoalan dan tantangan di zamannya, memasuki masa depan yang lebih baik.

Sumber

Sabtu, Maret 03, 2012

Uji Kompetensi Guru Honorer

Depok --- Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi meminta Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menyiapkan uji kompetensi dasar bagi guru honorer. Uji kompetensi ini untuk menyeleksi guru honorer yang akan diangkat menjadi pegawai negeri sipil (PNS). "Kalau formasi Kementerian Pendayaangunaan Aparatur Negara yang menetapkan, kami diminta untuk lakukan seleksi kompetensi," ujar Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Bidang Pendidikan Musliar Kasim, di Pusat Pengembangan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Kemdikbud, Bojongsari, Depok, Selasa (28/02).
Dari 650 ribu orang guru honorer yang ada di seluruh Indonesia saat ini, Musliar menyatakan, hanya 30 persen yang akan diangkat menjadi PNS. Selain alasan anggaran, pengangkatan guru honorer juga harus berdasarkan kompetensi. "Jangan sampai ketika diangkat, tapi kompetensinya tidak ada," tuturnya.
Guru honorer yang diangkat nanti tidak selalu akan ditempatkan di daerahnya. Penempatan akan disesuaikan dengan kebutuhan guru di suatu tempat. "Misalkan ada Guru A di daerah B yang sudah cukup gurunya, maka akan ditempatkan di daerah C yang kekurangan,"  ujar Musliar memaparkan.
Untuk mengatasi kekurangan guru saat ini, kata Musliar, pemerintah daerah bisa menggunakan Surat Keputusan Bersama (SKB) lima menteri yang telah ditandatangani tahun 2011 lalu dalam mendistribusi ulangguru. "Dalam SKB dinyatakan, sudah sepakat untuk melakukan distribusi ulang," ucapnya. (AR)